EPISODE 3
“rasakan
berlianku” melempar berlian bomdnya.
“Duuuaaar”
Bomd pun meledak, tetapi Mikael berhasil menghindar.
“Apa?
Dasar anak kecil, akan ku balas nanti.” Dan Diamond pun pergi meninggalkan
Mikael, akan tetapi Mikael tetap mengejar Diamond.
“TEAM
CORDES,
Panggilan darurat cepat berkumpul di kota Komputan dekat Menara High Best
Tower!!!.” Mikael memanggil teman-temannya.
“Baiklah...”
Kata TEAM CORDES.
Kemudian
TEAM CORDES–pun berkumpul dengan Mickael, merekapun mulai mengejar
Diamond. Tapi mereka kehilangan dia.
Setelah
Diamond mengambil Berlian Lighting, dia pun memberikannya kepada Necular.
Setelah
Necular mendapatkan berlian itu, kemudian Necular memasangkannya tepat di
tempat teringgi di atas menara kerajaannya, tiba – tiba cahaya berlian itu pun
bersinar sangat terang sekali dan akhirnya Necular bisa melanjutkan rencananya
dengan cepat.
“Kau telah berhasil melaksanakan misi, kau berhak istirahat terlebih
dahulu sampai ada misi baru untuk kau!.” Kata Necular kepada Diamond.
Akan
tetapi Cahaya itu tidak cukup untuk menerangi sebuah Kerajaan yang amat begitu
Besar, jadi dia menyuruh Westerlife untuk mengambil Berlian Freezing yang
berada di Danau Es.
“Westerlife,
sekarang giliran kamu untuk mengambil berlian ke dua yaitu Berlian Freezing.”
Necular dengan tak sabar untuk menyelesaikan rencananya.
“Baik
raja,
akan ku ambil berlian itu”. Kata Westerlife.
Kemudian Westerlife pun segera menuju
Planet Blue Earth, sesampai disana Westerlife menemukan sebuah desa, tak
disangka dia ternyata bertemu dengan desa yang kosong bahkan tak ada makhluk
hidup sama sekali, yang ditemukannya hanyalah tumpukan tulang – tulang yang
sudah menjadi tumpukan gunung, ia pun merasa heran apa yang terjadi pada desa
ini?, tapi ini kesempatan besar untuk mengambil berlian Freezing itu dengan
mudah.
Kemudian
Westerlife mulai mencari berlian itu, akan tetapi dia tak berhasil menemukan
berlian itu yang ia temukan hanyalah tulang – tulang... dia pun sampai ditempat
Danau Freezing yang airnya itu dingin sekali kira – kira -3500OC dan kedalamannya pun kira – kira ±5000 m,
kemudian ia mengirimkan sebuah Noots
kepada Hilospi.
“Hi … … … pi … , Hi … lo … spi … , cob … a ka … m … u lih … at … apa …
kah … … … nd … … a d … a … I … da … lam … nau … ni … … ?.”
Nootsnya seperti itu dikarenakan kurangnya medan area gravitasi yang
berada di desa tersebut.
Kemudian ada balasan Noots dari Hilospi.
“Wes … … fe , ya … … nya … … d … da … … m … d … nau … tu …!.” Lagi –
lagi Nootsnya kacau gak jelas untuk di lihat.
BERSAMBUNG ...
IHZAM CHAIDIR ALDY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar